Showing posts with label PENDIDIKAN. Show all posts
Showing posts with label PENDIDIKAN. Show all posts

Sep 16, 2017

SD Negeri Pule Tergiat ke-3 Jambore Penggalang di Tingkat Kecamatan Mayong

Kita patut bersyukur, Indonesia punya Gerakan Pramuka. Organisasi pendidikan nonformal yang berfokus pada pembentukan karakter generasi muda seraya melepaskan diri dari sekat-sekat suku, agama, ras, dan golongan. Organisasi yang meneguhkan pendiriannya pada nilai-nilai kebajikan, kemanusiaan, kebangsaan, dan merawat perbedaan di negeri Bhinneka Tunggal Ika.

Senin, 14 Agustus lalu Gerakan Pramuka genap berusia 56 tahun. Usia yang cukup matang untuk sebuah pengabdian. Sejak dibentuk pada 14 Agustus 1961 oleh Bung Karno, ditandai dengan dileburnya seluruh gerakan kepanduan kala itu menjadi satu di bawah naungan Tunas Kelapa, Gerakan Pramuka tak lekang dari pengabdian.

Namun, Pramuka yang dulu begitu “gagah” dan digandrungi, potretnya hari ini dianggap kurang menyenangkan dan kurang diminati. Gerakan Pramuka yang selama ini menempel pada sistem pendidikan formal terlihat terlalu menekankan pemahaman akademis dan kurang menyenangkan.

Gerakan Pramuka di era modern ini dituntut inovatif dan kreatif agar tetap mampu menarik perhatian siswa didik. Ia juga dituntut menjadi gerakan yang fleksibel, menyenangkan, dan tentu tak meninggalkan fungsinya menjadi media pendidikan karakter, pendidikan kebangsaan dan kewarganegaraan, serta pengajaran dan pelatihan soft skill. Kita patut bangga, bahwa hal itu merupakan bagian konsep sila-sila dari Pancasila.

Oleh karena itu, pendidikan karakter sangat menentukan tingkat keunggulan suatu negara. Salah satu media yang berperan dalam mengembangkan pendidikan karakter yaitu kepramukaan. Karena, di dalamnya terdapat semua kegiatan yang bisa mengembangkan karakter seseorang.

Untuk menjaga Gerakan Pramuka tetap menggema dan digandrungi penerus bangsa, maka Kwaran 20.11 Mayong, Kabupaten Jepara menyelenggarakan Jambore dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-56.

Ribuan Pramuka Penggalang SD/MI se Kwaran 20.11 Mayong, Kabupaten Jepara mengikuti Jambore Penggalang SD/MI  di lapangan sepakbola Desa Datar Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara. Jambore ranting akan berlangsung selama 2 (dua) hari dari Sabtu (9/9) dan berakhir pada Minggu (10/9).

Jambore ini diharapkan dapat melatih anggota untuk berinovasi dan berkreasi. Tujuan kegiatan ini, diimplementasikan dalam materi lomba. Di antaranya lomba PBB dengan tongkat, Pionering, Morse, KIM, Pentas Seni Budaya, Yel-Yel, Sandi Kotak.

Maka dari itu Kakak Pembina dari SD Negeri Pule mempersiapkan diri dengan bersungguh-sungguh. Melatih tidak kenal lelah, entah pagi, siang ataupun sore. Mengingat SD Negeri Pule patut berbangga karena beberapa tahun belakngan ini selalu masuk 3 besar.

Seperti tahun kemarin contohnya, regu putri berhasil masuk tergiat ke-2 dan regu putra tergiat ke-3. Mempertahankan lebih sulit daripada merebut. Itulah yang membuat sedikit beban pada tahun ini.

Jambore ini dibagi menjadi dua wilayah, yaitu wilayah utara dan selatan. SD Negeri Pule seperti biasanya masuk dalam wilayah utara yang diikuti 32 pangkalan.

Setelah hari sabtu pagi upacara pembukaan selesai, materi lomba diawali dengan lomba Pionering. Kemudian dilanjutkan dengan lomba Morse, lomba PBB dengan tongkat, KIM, Yel-Yel, Sandi Kotak, dan malam harinya diakhiri dengan lomba Pentas Seni Budaya.

Walaupun acara jambore sangat padat, namun adik-adik penggalang dari SD Negeri Pule tetap mengikuti dengan semangat.

Acara jambore berakhir pada hari minggu pagi ditandai dengan upacara penutupun dan pengumuman hasil lomba. Dan alhamdulillah regu putra dari SD Negeri Pule berhasil mempertahankan juara tergiat ke-3. Dan yang putri belum bisa mempertahankan prestasi yang diraih seperti tahun kemarin.

SD Negeri Pule Kecamatan Mayong Jepara
Saya yang mana hayo...
Dengan demikian saya sebagai Kakak Pembina sangat bangga dengan prestasi yang diraih tahun ini. Semoga tahun depan kita bisa meraih prestasi yang lebih darpada tahun ini.

Pramuka mengajarkan disiplin, tanggung jawab, percaya diri demi memperbaiki perilaku masyarakat. Pramuka dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda yang cerdas, terampil, berbudi pekerti, dan berakhlak mulia. Pramuka adalah kader pembaruan bangsa.

Sep 28, 2016

Fenomena Rok Span di Kalangan Anak Cewek SMA

Berbicara soal seragam sekolah, Indonesia sudah menjalani banyak sekali era. Selama era-era itu pula, seragam sekolah sudah bertransformasi. Tentu saja seragam sekolah yang dipakai orang-orang jaman dulu akan berbeda dengan yang kamu pakai sekarang. 

Memasuki tahun 2016 tentunya gaya seragam sekolah juga ikut berubah terutama bagi anak cewek. Gaya seragam sekolah cewek SMA 2016 yang katanya Kekinian dan Modis. Seragam SMA jaman sekarang terlalu ketat dan mini untuk para cewek. Saking ketatnya, ada yang sampai memperlihatkan bentuk tubuh mereka.

Ada-ada saja kelakukan anak SMA jaman sekarang. Tampil modis dikalangan cewek SMA saat ini dicirikan dengan mengenakan Rok Span. Tidak heran baik di akun instagram maupun twitter dan media sosial lainnya mulai dihiasi cewek-cewek SMA dengan berbagai pose mengenakan Rok Span kekinian.

Banyak orang yang bilang jika masa SMA adalah salah satu masa paling indah dalam hidup, dan momen-momen di dalamnya bakal selalu dikangenin. Hmmm... 😑 saya gak heran kalau ada yang beranggapan kayak begitu.

Fenomena Rok Span di Kalangan Anak Cewek SMA

Tren seragam ketat akan terus bertahan di setiap SMA, padahal Guru BK sudah getol merazia rok/celana murid-muridnya yang “saru”. Banyak sekali anak cewek SMA yang memakai Rok Span. Bahkan semakin tinggi tingkat kelasnya, semakin ketat juga bawahannya. Memang buat cewek SMA, belum ngerasa kece badai kalau seragamnya masih gombrong.

Ada sedikit guyonan untuk anak cewek SMA yang suka pakai Rok Span. Bisa jadi mereka ada alasan tersendiri kenapa memilih tren gaya “saru”. Beberapa alasannya adalah sebagai berikut 😂😂:

  • Karena peraturan sekolah yang masih bisa dilanggar.
  • Karena di sekolah gak boleh pakai rok pendek.
  • Karena suka dibilang cantik dan sexy.
  • Karena pacarnya suka liatnya.
  • Karena orang tuanya ngebebasin.
  • Karena suka dibilang dedek-dedek gemes sama Om 😆.
  • Supaya keliatan feminim.
  • Supaya dibilang gaul dan kekinian.
  • Supaya pantatnya keliatan mantep, gede, dan berisi padahal tepos 🙏.

Kreatif dalam berpakaian susah-susah gampang, atau kebalikannya gampang-gampang susah. Jika ada anak sekolah memakai seragam yang agak longgar, memang akan terlihat seperti anak cupu. Tapi pertimbangkanlah dulu sebelum kamu ikut-ikutan tren Rok Span.

Fenomena Rok Span di Kalangan Anak Cewek SMA

Semua foto minjem dari Bidhuan.com

Saran:

Jika masih tetep pengen pakai Rok Span lihat postur tubuh apakah cocok atau tidak. Kalau bodinya mirip gitar spanyol akan terlihat bagus hasilnya, tapi kalau punya perut yang bleber kemana-mana mending segera urungkan niat kamu.

Sep 23, 2016

Guruku Sayang Guruku yang Malang

Sudah berkali-kali ada guru yang dilaporkan orang tua murid dengan tuduhan tindak pidana kekerasan. Kasus kekerasan oleh guru kepada siswanya mendadak menjadi viral dan menjadi bahan perbincangan di media sosial. Para netizen terbagi jadi dua, ada pro dan kontra. Hal ini menjadikan perdebatan seru dan mendapatkan tanggapan yang berbeda-beda.

Ada yang beranggapan jika ada guru yang mencubit atau menjewer adalah bagian dari pendidikan untuk mendisiplinkan si anak. Ini pendapat orang yang kebanyakan minum komix satu box. Tidak ada hubungannya antara kekerasan fisik dengan pendidikan. Kekerasan fisik terhadap anak tetaplah salah. Apalagi jika ini dilakukan seorang guru yang merupakan seorang pendidik.

Melakukan kekerasan fisik kepada murid menunjukkan jika guru tersebut adalah guru gagal. Tugas guru adalah mendidik murid-muridnya tanpa kekerasan. Guru bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa. Karena profesi ini sekarang digaji tidak sedikit lebih-lebih yang sudah PNS dan menerima sertivikasi.

Saya sendiri mempunyai pengalaman yang tidak mengenakkan saat masih duduk di Sekolah Dasar, bahkan pengalaman buruk tersebut masih terekam jelas oleh saya.

Saat itu saya kelas 4 dan Guru saya selalu melakukan kekerasan verbal terhadap saya ketika saya salah mengisi jawaban tugas yang diberikan beliau. Tidak hanya dari diksi atau pemilihan kata yang cenderung negatif atau menjatuhkan. Tapi juga aspek non-verbal, seperti mimik muka, murka, melotot, intonasi, tekanan-tekanan dan tempo kata-kata. Beliau tidak sadar bahwa ekspresi tersebut masuk menjadi bagian kekerasan verbal. Walaupun saya tidak mengalami kekerasa secara fisik tetapi secara perkembangan psikologis, seperti pembentukan kepercayaan diri, harga diri, sampai kemampuan regulasi diri saya sedikit terganggu.

Beliau selalu bilang saya adalah murid bodoh dan bau badan saya mirip pantat kuda. Pada saat itu saya memang tinggal bersama kakek dan nenek saya yang notabene kakek saya adalah seorang kusir kuda.

Sekarang bisa saya simpulkan jika kenapa beliau bisa tahu bau pantat kuda, mungkin beliau memang hobi nyiumi pantat kuda saat pergi ke pasar. Jadi beliau menjadi handal soal bau kuda.

Semua anak pasti pernah melakukan kenakalan dan tidak semua anak itu pintar dalam pelajaran. Tetapi apakah kenakalan anak tersebut akan membuat dia menjadi sampah masyarakat nantinya? 
Apakah anak yang bodoh tidak akan menjadi orang sukses nantinya?

Ketika Guru menggunakan tangan untuk menegur, mengunakan kata-kata kasar untuk mendidik kadang tercampur antara niat membuat siswa tersebut berubah dan niat menyalurkan kekesalan. Saat dua niat tersebut tercampur jadi satu, di situ ada potensi terjadinya kekerasan.

Guru-guru mesti berhati-hati dan belajar teknik-teknik khusus untuk menghadapi kenakalan muridnya. Perlu disadari memang menghadapi siswa nakal di sekolah bukanlah upaya instant. Namun perlu proses dan waktu serta kesabaran para guru untuk mencobanya. Menegur anak atau memberikan peringatan bahwa tindakan anak salah, bisa dilakukan dengan tegas dan jelas, namun hindari kata-kata negatif yang menjatuhkan dan melukai harga diri anak.



Guruku Sayang Guruku yang Malang

Sekolah bukan tempat penitipan anak. Kalau anaknya bandel, sekolah diminta bisa ‘memperbaiki’ memangnya sekolah adalah bengkel? Peran orang tua juga dituntut aktif dalam pendidikan anaknya, orang tua tidak bisa pasrah dan terima beres begitu saja.


Para orang tua bisa melakukan beberapa hal seperti di bawah ini:
  1. Dengan mengontrol waktu belajar dan cara belajar anak. Anak-anak diajarkan untuk belajar secara rutin, tidak hanya belajar saat mendapat pekerjaan rumah dari sekolah atau akan menghadapi ulangan. Setiap hari anak-anak diajarkan untuk mengulang pelajaran yang diberikan oleh guru pada hari itu. Dan diberikan pengertian kapan anak-anak mempunyai waktu untuk bermain. Orang tua bisa memeriksa nilai-nilai ulangan dan tugas anak mereka.
  2. Memantau perkembangan kepribadian yang mencakup sikap, moral dan tingkah laku anak-anak. Hal ini dapat dilakukan orang tua dengan berkomunikasi dengan wali kelas untuk mengetahui perkembangan anak di sekolah.
  3. Orang tua dapat menanyakan aktifitas yang dilakukan anak mereka selama berada di sekolah. Dan tugas-tugas apa saja yang diberikan oleh guru mereka. Kebanyakan siswa tingkat SMP dan SMA tidak melaporkan adanya kelas-kelas kosong dimana guru mereka berhalangan hadir. Sehingga pembelajaran yang ideal di sekolah tidak terjadi dan menjadi tidak efektif.
Setiap ada kekerasan yang terjadi di sekolah, sistem pendidikan yang salah menjadi kambing hitam. Memang sistem pendidikan menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi kehidupan seseorang, tidak hanya itu sistem pendidikan juga berperan besar bagi kemajuan dan perkembangan sebuah bangsa. Sebuah bangsa yang maju dan besar tentu ditunjang dengan kualitas pendidikan yang memadai bagi warganya.

Dalam konteks realisasinya sendiri, Pemerintah melalui dua Kementrian (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menggarap Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk menangani Pendidikan Tinggi, Pengembangan Riset serta Teknologi di seluruh wilayah NKRI), terus menerus mengembangkan beragam program, dan mengeluarkan anggaran untuk terus mengembangkan pendidikan serta menghasilkan produk pendidikan yang unggul di segala bidang.

Ironisnya, Pendidikan di Indonesia masih belum mampu untuk menampung banyak hal yang bersifat Idealis serta Fundamental. Ini terbukti dengan masih ditemukannya beragam temuan masalah degradasi moral baik Pendidik maupun siswa, hingga yang terbaru adalah isu rasa takut Pendidik untuk mendisiplinkan siswa karena enggan berurusan dengan pihak orang tua yang akan membawanya ke ranah pidana.

Pendidikan merupakan salah satu kunci untuk memajukan suatu bangsa. Bangsa yang memiliki generasi penerus yang cerdas, unggul, dan baik sangat ditentukan oleh sistem pendidikan yang ada di negara itu sendiri. Kontribusi anak bangsa yang berkarakter cerdas, unggul, dan kompetitif itu sangat diperlukan untuk masa depan suatu bangsa mengingat bahwa persaingan di era global saat ini semakin lama semakin tinggi.

Aug 11, 2016

Operator yang Tak Pernah Dianggap

Data Pokok Pendidikan atau Dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan bagian dari Program perancanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif.

Dapodik adalah suatu sistem pendataan dan pengelolaan data-data pendidikan yang bersifat mikro secara online dan real time. Terdapat tiga jenis data utama pendidikan yang dikelola pada sistem dapodik. Meliputi:
  1. Data Sekolah.
  2. Data Siswa.
  3. Data Guru/Karyawan.
Setiap sekolah pasti mempunyai Operator Dapodik dan Operator inilah yang bertanggung jawab penuh atas aplikasi Dapodik di sekolah masing-masing.

Operator sekolah merupakan pejuang data sehingga data bisa berkualitas, apalagi ada kebijakan kementerian bahwa Dapodik juga digunakan untuk perencanaan penerimaan dana BOS, pencairan aneka tunjangan (sertifikasi, fungsional, akademi dan daerah khusus), ujian nasional, pembuatan nomor induk nasional (NISN), pemetaan guru (Sim Rasio), program Indonesia Pintar, dan bantuan sarana prasarana. 

Pahlawan yang Tak Pernah Dianggap

Tanggung jawabnya sangatlah besar tapi sayang mereka masih banyak yang kurang di perhatikan. Mereka meperjuangkan nasib sekolah terutama para Guru yang sudah termasuk daftar Guru Bersertifikasi. Karena untuk mencairkan dana sertifikasi setiap Guru harus melengkapi data Dapodik.

Dari sinilah masalah muncul.

Kenapa dibilang masalah?

Pada saat pengentryan data para Operator mungkin sudah memberikan formulir dan peringatan kepada Guru untuk segera melengkapi data, tapi mereka tidak menghiraukan. Setelah tiba saat pencairan mereka banyak yang tidak terdaftar karena belum melengkapi data, dan sialnya mereka malah menyalahkan Operator yang dikira salah memasukkan data.

Akhirnya Operatorlah yang harus kerja keras segera melengkapi data mereka. Setelah data lengkap dan dana sertifikasi cair mereka langsung diam seribu bahasa melupakan Operator yang telah kerja keras untuk mereka. *Tamparan bagi sekolah yang nakal
Menurut saya Operator itu tugas yang sangat mulia, karena jika mereka sudah lama dan memahami betul dan dikerjakan secara tidak tergesa-gesa maka nilai pekerjaan mereka akan semakin dihargai, terutama jika PNS lancar mendapatkan jatah sertifikasi, artinya selama 1 tahun tidak ada kendala.

Keberhasilan dari tahap awal hingga akhir sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi tugas Operator, amanat yang telah diberikan telah terselesaikan dan sudah melaksanakan tanggung jawab serta kewajiban disana. Lepas dari masalah materi yang didapatkan, Operator sudah begitu banyak mendapatkan pelajaran dan pengalaman baru dimana mungkin tidak bisa dinikmati di tempat lain.

Dalam sebuah pekerjaan memang pertanyaan yang pantas di lontarkan adalah apa yang dapat kita berikan bukan apa yang akan kita dapatkan.

Aug 10, 2016

Lomba – Lomba Alternatif untuk Memperingati Hari Kemerdekaan

Bulan Agustus identik dengan hari peringatan kemerdekaan Indonesia. Dan di tahun 2016 ini Indonesia memperingati hari kemerdekaan yang ke 71. Momen hari kemerdekaan tidak bisa lepas dari lomba-lomba yang sering diadakan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Di komplek tempat tinggal saya sendiri dari awal bulan Agustus sudah terasa sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya.
 
Biasanya rapat rutin RT hanya dilakukan sebulan sekali. Tetapi karena akan ada acara Agustusan diadakan beberapa kali rapat yang isinya membahas acara tersebut.

Salah satu hasil rapatnya adalah kerja bakti pemasangan umbul-umbul dan bendera, serta pembentukan panitia Agustusan. Alhamdulillah saya ditunjuk menjadi seksi perlombaan. *Benerin kerah baju

Walaupun rapat sudah menghasilkan beberapa poin penting, nyatanya masih ada warga yang males-malesan berpartisipasi. Salah satu contohnya pada saat pemasangan umbul-umbul dan bendera. Warga yang datang untuk kerja bakti bisa dihitung pakai jari. Jarinya-jari Winnie The Pooh.

Lomba – Lomba Alternatif untuk Memperingati Hari Kemerdekaan
Hayo... jarinya mana?

Jadi di komplek tempat tinggal saya ada lapangan kecil yang biasa untuk bermain anak-anak. Kami berkumpul di lapangan tersebut menyiapkan bendera-bendera merah putih dari plastik untuk dirangkai, ada yang ngecat bambu untuk pemasangan umbul-umbul, dan ada juga yang kerjaannya cuma bikin saya ngerasa kesel banget.

Ada warga rumahnya deket lapangan yang gak ikut bantu tapi malah kerjaannya cuma keluar masuk rumah sok sibuk sendiri. Padahal dia gak ngapa-ngapain. Okelah mungkin memang ada yang absen gak bisa ikut bantu-bantu karena ada halangan. Tapi apakah dia yang sedari tadi sok sibuk bener-bener gak peka?

Saya berpikir acara seperti ini datangnya hanya setahun sekali. Belum tentu tahun depan masih ada umur panjang untuk bisa ketemu acara Agustusan. Secara kasarnya sih seperti itu...

Kita hanya diajak berpartisipasi memeriahkan ulang tahun kemerdekaan aja malah ngumpet-ngumpet. Ada juga yang sengaja kabur menghindari kerja bakti. Bayangkan jika sekarang ini kita belum merdeka? Masih dalam keadaan dijajah. Hal ringan aja batang hidungnya gak kelihatan gimana mau angkat senjata?

Masih ingatkah saat upacara di sekolah?

Pada saat mengheningkan cipta. Apakah kita benar-benar mendo’akan pahlawan yang berjasa merebut kemerdekaan. Berjuang tanpa peduli harta, tenaga, dan nyawa demi kemerdekaan. Apa yang ada di pikiran kita saat itu? Apakah PR yang belum dikerjakan tadi malam, berdo’a semoga upacara cepet-cepet selesai, bercanda dengan teman, atau mikir gimana cara balikan sama mantan?

Terkadang saya merasa kecewa dengan beberapa murid saya sendiri pada saat mengikuti upacara di hari senin. Terlepas mereka masih bocah, pipis saja masih melenceng belum bisa lurus. Upacara yang harusnya berjalan tertib masih aja ada yang berisik sendiri. Padahal upacara gak ada setengah jam, tapi mereka gak bisa memahaminya. Diberi peringatan secara lisan gak ngerti, di jewer Gurunya masuk kantor polisi. *Curhatan dalem

Mungkin ini salah satu indikasi memudarnya rasa menghargai jasa pahlawan dan rasa patriotisme. Sepertinya percuma saya mengumpat di sini. Kita sudahi saja bahasan yang penuh drama ini. Sebenernya saya pengen cerita tentang tugas saya sebagai seksi perlombaan. Anggap saja tadi prakata dari saya.

Sebagai warga yang baik nan tampan rupawan tanpa tandingan, saya setuju-setuju saja saat di tunjuk sebagai seksi perlombaan. Paling gak saya ikut menyumbang tenaga dan pikiran di komplek tempat tinggal saya. Saya gak mau kalah eksis dari Hafizh anak saya.

Perlombaan yang bisa diikuti seperti lomba kelereng, makan kerupuk, memasukkan belut ke dalam botol, menghafal Pancasila, dan masih banyak lagi lomba-lomba lainnya.

Yang menjadi perhatian kusus adalah lomba menghafal Pancasila. Lomba ini menjadi penting sekali mengingat pernah terjadi kasus artis yang gak hafal Pancasila. Agar generasi muda gak jadi “bebek nungging” semua muncul ide lomba menghafal Pancasila.

Jangan sampai saat ada pertanyaan tentang Pancasila generasi muda kita ikut-ikutan jawab “bebek nungging”. *Ndasmu kui...

Sebenarnya saya pengen memunculkan lomba-lomba lain dari pada yang lain, berbeda dari tahun kemarin. Di bawah ini adalah beberapa contoh lomba yang saya usulkan kepada ketua panitia.

Memasukkan King Kobra ke Dalam Botol

Diadaptasi dari lomba memasukkan belut ke dalam botol, lomba ini akan menawarkan adrenalin tiada terkira. Ada dua kemungkinan jika lomba ini benar-benar terealisasi. Pertama, semua peserta banyak yang jerit-jerit. Kedua, semua peserta sepakat mengambil botol dan memecahkan ujung botol kemudian ditusukkan rame-rame ke seksi perlombaan.

Lomba Kelereng

Ini bukan lomba kelereng biasa karena sendoknya akan di ganti dengan ular sendok. Maaf saya cuma bercanda, maksud saya sendoknya diganti dengan skop pasir. Tidak hanya itu saja, biasanya kelerengnya cuma satu. Di sini peraturan saya ubah kelereng masih satu tetapi di taruh di atas pasir yang ada di skop tadi. Dari situ kita bisa tahu mulut siapa yang benar-benar kuat.

Lomba Makan Kerupuk

Yang sudah-sudah kerupuk hanya di gantung di seutas tali. Menurut saya terlalu biasa dan mudah. Saya akan ubah dengan menaruh kerupuk di dalam kalengnya. Kemudian di gantung dengan seutas tali dan siapa yang bisa berhasil berusaha membuka kaleng kerupuk kemudian menghabiskan kerupuk satu kaleng dengan tangan diikat di belakang dialah yang juara.

Panjat Pinang

Karena banyak peserta panjat pinang yang ikut lomba hanya pengen nyari gelinya saja. Saya berinisiatif mengganti hadiah berupa foto artis mancanegara di puncak pinangnya. Foto tersebut bertujuan agar bisa sekedar mengingatkan bahwa panjat pinang bukan tempat untuk mencari kegelian. Foto artis dangdut terkenal dari Negara tetangga yang tidak mau disebut namanya seperti Sayrul Jahil, designer kenamaan Ivan Guyonan, dan nama artis terakhir datang dari matan vokalis band rock metal alternatif Ganjen Band yaitu Andika. Saya yakin foto-foto artis tersebut akan membuyarkan fantasi para peserta.

Pecah Mantan
 
Biasanya peralatan yang digunakan adalah pemukul dan balon berisikan air yang di gantung di seutas tali. Untuk membuat lebih menarik dan meriah balon yang berisi air diganti dengan mantan yang digantung di seutas tali. Selanjutnya peserta hanya tinggal mukul target dengan sekuat-kuatnya. *Wajib pakai emosi

Empat lomba tersebut tidak mendapatkan persetujuan dari ketua panitia, dan saya disarankan cepat-cepat untuk bertobat dan berobat sebelum tambah parah.

Walaupun saya sebetulnya sangat sibuk dengan pekerjaan di sekolah, tetapi gak ada salahnya saya ikut berpartisipasi memeriahkan hari kemerdekaan. Kalau bukan kita mau siapa lagi?

Apr 7, 2016

Alpeka BOS Membingungkan atau Malah Membantu

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyediakan software/perangkat lunak untuk membantu satuan pendidikan dalam menyusun laporan keuangan tingkat satuan pendidikan. Aplikasi ini diberi nama Aplikasi Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Dana BOS (Alpeka BOS) yang dapat diunduh secara gratis dari www.bos.kemdikbud.go.id.


Menurut pendapat pribadi saya yang sudah merasakan membuat laporan menggunakan Alpeka BOS, memang awalnya terasa rumit dan selalu salah saat memilih komponen belanja yang tersedia di dalam Alpeka BOS. Dengan sering terjadi kesalahan itulah saya semakin lama semakin paham. Dan sekarang saya merasa sangat terbantu karena kemudahan dalam mengerjakan laporan BOS. Apalagi di Kabupaten Jepara Alpeka BOS wajib hukumnya untuk digunakan.

Aplikasi laporan pertanggungjawaban keuangan dana BOS tingkat satuan pendidikan ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Unites States Agency for International Development (USAID/Indonesia). Aplikasi ini dapat digunakan secara gratis oleh satuan pendidikan.

Aplikasi laporan pertanggungjawaban keuangan dana BOS tingkat satuan pendidikan adalah aplikasi pada tingkat satuan pendidikan yang berguna untuk mengelola dan membuat laporan keuangan satuan pendidikan, terutama laporan penggunaan dana BOS.

Aplikasi ini sangat mudah digunakan dan disusun sesuai dengan Juknis BOS. Dengan menggunakan aplikasi ini satuan pendidikan tidak perlu repot menyusun laporan-laporan yang diwajibkan untuk laporkan oleh satuan pendidikan. Sehingga dengan menggunakan aplikasi ini tidak ada alasan lagi bagi satuan pendidikan untuk terlambat melaporkan penggunaan dana BOS baik secara offline maupun secara online.

Aplikasi ini dibuat dengan memperhatikan pengguna (user) yaitu para bendahara di setiap satuan pendidikan, sehingga aplikasi ini dbuat sangat sederhana, mudah digunakan dan mudah dipelajari. Aplikasi ini didisain untuk dapat dipelajari secara mandiri.

Dengan alasan itu maka aplikasi ini sengaja di buat berbasis excel yang dilengkapi dengan makro, karena pada umumnya semua satuan pendidikan sudah biasa menggunakan excel dan hampir disemua komputer/laptop yang ada di satuan pendidikan pasti ada aplikasi excel. Versi excel yang mendukung aplikasi BOS ini adalah versi 2007 keatas, dengan operating sistem minimal window XP.

Sumber : Juknis BOS 2016

Mar 30, 2016

Cuma Guru Olahraga yang Punya Cirikhas Ini

Guru olahraga adalah sosok yang unik, mereka mempunyai cirikhas tersendiri. Dan cuma guru olahraga yang mempunyai cirikhas ini.

Lebih Sering Memakai Kaos dan Training


Coba diingat-ingat lagi, pasti guru olahraga kamu selalu memakai kaos dan celana training kan? Mereka memakai pakaian dinas hanya pada saat hari-hari tertentu aja dan lebih sering memakai kaos dan training. Seragam inilah yang mejadikan pembeda guru olahraga dengan guru yang lain.

Selalu Membawa Peluit


Peluit adalah senjata utama dari guru olahraga, udah ditakdirkan kemana-mana selalu berdua. Ada peluit ada guru olahraga. Ada guru olahraga ada peluit. Pokoknya mereka menjadi pasangan serasi yang nggak bisa dipisahkan. Jadi kamu jangan ada yang punya pikiran kalau guru olahragamu punya kerjaan sampingan tukang parkir ya...

Memakai Topi


Karena pelajaran olahraga lebih sering diluar kelas, guru olahragamu pasti punya topi untuk melindungi kepala dari sengatan mata hari. Padahal kalau kamu pakai topi saat pelajaran olahraga selalu ditegur. Ho...ho...ho... mungkin guru olahragamu nggak mau punya saingan.

Kegiatan Belajar Mengajar di Luar Kelas


Namanya juga olahraga, materi di dalam kelas sangat jarang dilakukan. Lebiih sering praktek dilakukan di luar kelas atau di lapangan. kamu tinggal diberi alat olahraga dan guru olahraganya cuma nungguin sampai jam pelajaran habis. Dan lucunya kamu asik-asik aja menikmati pelajaran olahraganya.

Tips Menghadapi Ujian Nasional

Banyak hal yang akan kamu lakukan demi lulus Ujian Nasional dan mendapatkan nilai tinggi. Bahkan kamu sampai menghalalkan segala cara dan upaya. Terkadang murid yang pintar bisa saja tidak lulus karena tidak kuat dengan tekanan yang di rasakan di dalam ruang ujian. Memang di saat ujian kecerdasan harus dibarengi dengan mental yang kuat agar saat mengerjakan soal ujian tetap merasa percaya diri. 


Persiapkan Diri Kamu Sebelum Ujian

Persiapan ini meliputi banyak hal, seperti belajar lebih keras lagi, jangan lupa berdo’a, dan mengikuti bimbingan belajar. Persiapan fisik dan mental juga sangat penting, karena menghadapi ujian ada faktor “luck” yang ikut menentukan hasil akhir.

Persiapkan Diri Kamu Saat Di dalam Ruang Ujian

Saat memasuki ruang ujian, kamu tidak perlu melepas sepatu. Karena kamu tidak sedang memasuki masjid. Biasanya ini terjadi karena saking tegangnya. Santai saja, jangan kamu anggap situasi ini sama tegangnya seperti saat kamu ingin nembak gebetan. Iya gebetan teman sendiri yang siap kamu tikung dari belakang.

Sok Akrab Dengan Pengawas Ujian

Lepaskan suasana tegang yang ada di dalam diri kamu dengan sok akrab dengan pengawas ujian. Jika ada kesempatan, ajaklah pengawas ujian tersebut untuk ngobrol dari hati ke hati.

“Bayangkan Pak, jika anak Bapak di posisi kami. Di dalam ruang yang luas tapi terasa sempit, ruang yang ramai tapi terasa sepi. Dengan di awasi tatapan mata sinis dan bengis. Demi sesuap nilai, apakah Bapak tega melihat anak Bapak menderita seperti itu?”

Semoga dengan obrolan ringan bisa sedikit membantu kamu dari pengawas yang terlalu ketat.

Mengalihkan Perhatian Pengawas

Kamu bisa mengalihkan perhatian pengawas dengan cara sedikit menggodanya.

“Lihat Pak, ada orang jalan pakai kaki!”

“Suami Ibu godain ibu kantin di belakang!”

“Tolong Pak, ketek saya banyak ditumbuhi gulma!”

Saat konsentrasi pengawas mulai pecah, dengan cepat kamu bisa minta contekan jawaban soal dari teman yang kamu anggap sulit. Cara ini bisa dilakukan dengan persiapan matang. Jika tidak ada persiapan, disarankan jangan lakukan cara ini.