Showing posts with label MASSAGE. Show all posts
Showing posts with label MASSAGE. Show all posts

Mar 4, 2016

Sebab Terjadinya Cedera Pada Siku dan Cara Penanganannya

Sebab Terjadinya Cedera Pada Siku dan Cara Penanganannya. Cedera yang menyebebkan rasa nyeri pada siku yang menjalar ke lengan bawah. Biasanya terjadi karena gangguan neuromuskuluskeletal. Ini adalah komponen lunak yang terdiri dari ligamentum, tendo, kapsul sendi, jaringan ikat sendi, serabut saraf perifer dan pembuluh darah. 

Macam-macam cedera yang sering terjadi pada siku : 

Lateral Epikondilitis (Tennis Elbow) 

Suatu keadaan yang sering terjadi dengan gejala nyeri dan sakit pada posisi luar siku, tepatnya pada Epikondilus lateralis humeri. Biasanya terjadi karena pukulan top spin back hand yang terus menerus, jadi bersifat over use. 

Etiologi dari Tennis Elbow ini belumlah jelas. Banyak para ahli menganggap bahwa gerakan yang terus menerus serta intensif dalam bentuk pronasi dan supinasi dengan tangan yang memegang tangkai raket, menimbulkan over strain pada otot-otot eterior lengan bawah yang berorigo pada epikondilus lateralis humeri. 

Tarikan pada otot-otot tersebut akan menimbulkan mikro trauma, sehingga akhirnya menimbulkan Tennis Elbow. Ada juga yang menganggap disebabkan oleh peradangan (inflamasi) periosteum yang menutupi epikondilus lateralis humeri. Inflamasi tersebut terjadi karena terikan yang terus-menerus dari otot-otot eksterior lengan bawah yang berorigo pada epikondilus lateralis humeri. 

Tennis Elbow tidak semata-mata hanya timbul pad pemain tennis saja, tetapi dapat juga timbul pada cabang angkat besi, bahkan ibu rumah tangga atau penjual minuman botol yang banyak membuka tutup botol. 

Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya Tennis Elbow : besar kecilnya tangkai raket, ketegangan dari senar raket yang tak sesuai, kualitas bola yang tidak sesuai, berat dan ringannya raket tersebut. 

Penyakit ini terjadi secara perlahan-lahan dan menjadi progresif. Pengobatannya dapat dilakukan dengan heat treatment ataupun fisioterapi lainnya, misalnya pemijatan, tapi pada mulanya berilah kompres dingin/es. 

Medial Epikondilitis (Golfer’s Elbow) 

Sejenis dengan Tennis Elbow, disebut juga Medial Epikondilitis atau fore hand tennis elbow. Yang terkena disini adalah epikondilus medial humeri. Mengenai patofisiologinya sama dengan Tennis Elbow, hanya saja yang mengalami mikro trauma adalah origo dari otot-otot yang melakukan fleksi lengan bawah, jadi yang berorigo pada epikondilus medialis humeri. Golfer’s Elbow biasanya diserita oleh pemain golf, tetapi pemain jenis olahraga lainnya juga dapat mengalaminya, yaitu nyeri di siku bagian dalam.


Terapi cedera siku :

Terapi yang dilakukan pada cedera siku ini ialah melakukan masase (pijatan) dengan manipulatif berupa: friction (menekan), effleurage (menggosok) menggunakan ibu jari dan traksi (penarikan) pada bagian sendi bahu. Untuk friction dilakukan seandainya cedera itu mengalami pembengkakan. 

Standar gerakan siku :

  1. Bisa melakukan gerakan fleksi dan ektensi dari aksis sendi siku tanpa rasa nyeri dan kaku. 
  2. Bisa melakukan rotasi dari aksis sendi siku (endorotasi dan eksorotasi)tanpa rasa nyeri dan kaku.

Feb 29, 2016

Sebab Terjadinya Cedera Pada Bahu dan Cara Penanganannya

Sebab Terjadinya Cedera Pada Bahu dan Cara Penanganannya. Cedera pada bahu sering disebabkan karena terlalu lelah dan sering terjadi pada tennis, badminton, olahraga lempar dan berenang (internal violence). Cedera ini juga disebabkan oleh external violence akibat body contact sports, misalnya : sepakbola, rugby dan lain-lain. 



Macam-macam cedera bahu, sebagai berikut :

Luksasio/Subluksasio dari Artikulasio Humeri.

Pada sendi bahu sering terjadi luksasio/subluksasio karena sifatnya globeida (kepala sendi yang masuk ke dalam mangkok sendi kurang dari separuhnya). Cedera pada sendi bahu ini sering terjadi karena pemakaian yang berlebihan atau body contact sports, kita harus memperhatikan bahwa sendi bahu sangat lemah, karena sifatnya globoidea dimana hanya diperkuat oleh ligamentum dan otot-otot bahu saja.

Tanda-tanda luksaksio antara lain : lengkung bahu hilang; tidak dapat digerak-gerakkan; lengan atas sedikit abduksi; lengan bawah sedikit supinasi.

Luksaksio/Sublusaksio dari Artikulasio Akromio Clavicularis.

Sendi akromio clavicularis kerap kali mengalami cedera karena jatuh atau dipukul pada ujung bahu. Cedera ini sering terjadi pada penunggang kuda, pemain rugby atau sepakbola. Jika cedera ini terbatas pada robeknya ligamentum akromio clavicularis, maka terjadi sub luksasio/dislokasi sebagian.
Jika ligamentum akromio clavicularis dan ligamentum coraco clavicularis terputus, maka tejadilah luksasio atau dislokasi total. Pada keadaan luksasio/subluksasio dari sendi ini, maka dapat kita raba terangkatnya ujung klavikulare bagian akromion lebih tinggi. Bila cedera sudah berlangsung lama, pembengkakan sudah terjadi, maka ujung kavikulare sukar teraba.


Subdeltoid Bursitis.

Disini sendi bahu dapat berfungsi dengan gerakannya yang halus karena adanya bursa subdeltoid dan bursa ini dapat meradang. Bursa mukosa subdeltoid ini memberi pelicin pada tendo yang berjalan pada atap bahu. Kalau bursa ini cedera, maka akan sedikit membengkak dengan bertambahnya cairan sinova dan pada gerakan terasa nyeri, biasanya cedera ini terjadi karena pukulan langsung pada bahu, misalnya pada body contact sport (frozen shoulder).
Strain Dari Otot-Otot Atap Bahu (Rotator Cuff).

Istilah rotator cuff ini dipergunakan untuk jaringan ikat fibrosa yang mengelilingi bagian atas tulang humerus. Ini dibentuk dengan bersatunya tendo-tendo atap bahu. Keempat tendo tersebut ialah : m. supraspinalis, m. infraspinatus, m. teres minor, m. subskapularis.Pada cedera bahu yang paling sering kena adalah tendo supraspinatus. Biasanya terjadi karena tarikan yang tiba-tiba, misalnya : jatuh dengan tangan lurus atau abduksi yang tiba-tiba melawan beban berat yang dipegang dengan tangan.

Tanda-tanda cedera bahu adalah pemain mengeluh nyeri di ujung bahu. Kalau penderita menaikkan lengan ke samping setelah 45º pertama, penderita mulai merasa sakit, lebih-lebih setelah lengan lebih tinggi. Tetapi rasa sakit berkurang lagi setelah lewat 120º.
 
Swimmer’s Shoulder.

Swimmer’s Shoulder yaitu cedera yang dapat timbul pada cabang olahraga polo air/renang. Cedera yang terjadi pada cabang olahraga renang sangat sedikit, paling-paling kejang otot, sprain (cedera ligamen) dan strain (cedera otot maupun tendo), tetapi karena polo air termasuk body contact sport, maka kemungkinan cedera akan lebih banyak.

Pada cabang olahraga renang, terkenal adanya cedera yang disebut Swimmer’s Shoulder, yaitu nyeri di daerah bahu karena terlalu banyak dipakainya persendian bahu tersebut (over use). Nyeri bahu ini disebabkan karena tersentuhnya/tergeseknya tendo-tendo dari otot-otot yang terdapat pada atap bahu, terutama otot supraspinatus.

Tanda-tanda Swimmer’s Shoulder: Nyeri di daerah bahu, terutama terjadi di daerah bahu depan atau samping. Nyeri akan timbul pada pergerakan bahu ke belakang (mendayung).
 

Terapi cedera bahu 

Terapi yang dilakukan pada cedera bahu ini ialah melakukan massage (pijatan) dengan manipulatif berupa: friction (menekan), effleurage (menggosok) menggunakan ibu jari dan traksi (penarikan) pada bagian sendi bahu. Untuk friction dilakukan seandainya cedera itu mengalami pembengkakan.

Standar gerakan bahu
  1. Bisa melakukan gerakan fleksi dan ektensi dari aksis sendi bahu tanpa nyeri dan kaku. 
  2. Bisa melakukan gerakan abduksi dan adduksi dari aksis sendi bahu tanpa nyeri dan kaku. 
  3. Bisa melakukan gerakan rotasi dari aksis sendi bahu tanpa nyeri dan kaku.

Sebab Terjadinya Cedera Pada Leher dan Cara Penanganannya

Sebab Terjadinya Cedera Pada Leher dan Cara Penanganannya. Cedera pada leher sangat jarang terjadi, biasanya disebabkan karena aktivitas fisik yang melibatkan seluruh anggota tubuh atau posisi yang salah pada saat tidur juga adanya hentakan yang keras terhadap tulang vertebrae pada cervicalis di leher. 


Gejala-gejala yang timbul pada cedera leher sebagai berikut:
  1. Nyeri di leher/tengkuk yang ada kaitannya dengan salah satu bangunan peka nyeri yaitu radiks servikalis yang berada antara dataran sendi dengan dataran sendi lainnya yang disambungkan dengan ligamentum interspinosum. 
  2. Servikalis syndrom adalah sindrom atau keadaan yang ditimbulkan oleh adanya iritasi atau kompresi pada radiks saraf servikal yang ditandai dengan adanya rasa nyeri pada leher yang dijalarkan ke bahu dan lengan sesuai dengan radiks yang terganggu. 
  3. Rasa nyeri yang dijalarkan tersebut disebut nyeri radikuler, artinya bahwa rasa nyeri tersebut berpangkal pada tempat perangsangan dan menjalar ke daerah persarafan radiks yang terkena. Di bidang kedokteran hal ini disebut dengan HNP ( Hernia Nucleus Pulposus).  
  4. Timbulnya tanda-tanda inflamasi/peradangan pada cedera leher berupa: color (panas), rubor (merah), dolor (nyeri), tumor (bengkak) dan fungsiolesi (tidak dapat digunakan lagi) pada kulit dan muscel (m. splenius capitis, m. sternocleidomastoideus, m. trapezius) dengan dilakukan perabaan, dilihat dan ditekan dibagian cedera leher tersebut.
Terapi cedera leher

Terapi yang dilakukan pada cedera leher ini ialah melakukan massage (pijatan) dengan manipulatif berupa: friction (menekan), effleurage (menggosok) menggunakan ibu jari dan traksi (penarikan) pada bagian vertebrae cervic leher. Untuk friction hanya dilakukan seandainya cedera itu mengalami pembengkakan.

Standar gerakan leher
  1. Bisa melakukan gerakan menoleh ke kiri dan ke kanan tanpa rasa nyeri dan kaku. 
  2. Bisa melakukan gerakan miring ke kiri dan ke kanan tanpa rasa nyeri dan kaku. 
  3. Bisa melakukan gerakan menunduk dan menengadah tanpa rasa nyeri dan kaku. 
  4. Bisa melakukan gerakan rotasi tanpa rasa nyeri dan kaku.

Feb 27, 2016

Teknik Sport Massage

Massage dapat dilakukan dalam dua posisi. Pertama tubuh atlit bisa dalam posisi telungkup dan yang kedua posisi atlit telentang. Di bawah ini penjelasan bagaimana teknik melakukan sport massage pada atlit.

Effleugare (Menggosok)


Maksud : Memberikan rangsang kepada persyarafan dan jaringan dibawah kulit. 
Tujuan : 
  • Membantu kinerja pembuluh darah balik (vena). 
  • Memanaskan badan. 
Teknik : Effleurage pada umumnya selalu dilaksanakan menyusur mengikuti perpanjangan otot dan menuju kearah jantung. Hal ini mempunyai pengertian bahwa pembuluh-pembuluh darah yang ada di tepi (dikulit), adalah pembuluh-pembuluh darah balik (vena) yang berisi darah mengalir kembali menuju jantung. Pelaksanaannya dapat dikerjakan dengan mempergunakan jari-jari, ibu jari, satu tangan, kedua tangan bergantian atau bersama-sama sesuai dengan daerah yang dipijatnya, lebar atau sempit. 

Petrisage (Memijat-Mijat)


Maksud : Menghancurkan sisa pembakaran dan melemaskan kekakuan di dalam jaringan. 
Tujuan : Untuk memudahkan pengangkutan. 
Teknik : Pelaksanaan petrisage untuk tempat-tempat yang lebar dapat dikerjakan dengan kedua tangan bersama-sama atau kedua tangan bergantian secara berurutan. Untuk daerah yang sempit cukup dikerjakan dengan ujung-ujung jari. Sedang arahnya naik turun bebas. 

Shaking (Menggoncang-Goncangkan) 


Maksud : Menempatkan bangunan-bangunan dibawah kulit (otot, pembuluh darah, persyarafan) pada tempatnya masing-masing. 
Tujuan : Untuk memudahkan pengaliran atau pertukaran zat dalam bangunan-bangunan tersebut, pada tempatnya masing-masing. 
Teknik : Pada umumnya shaking dapat dikerjakan dengan satu tangan, tetapi dapat pula dikerjakan dengan dua tangan bersama-sama. Khususnya tempat yang lebar-lebar, misalnya didaerah perut atau di paha bagian atas. Arah naik turun bebas, yang penting diharapkan sejumlah otot yang ada disitu harus tergoncangkan semuanya. Dengan shaking diharapkan dapat membantu mengendorkan ketegangan-ketegangan. 

Tapotement (Memukul-Mukul) 


Maksud : Mempunyai tonus otot syaraf vegetatior (tak sadar) pada jaringan perifeer (tepi). 
Tujuan : Mempertinggi tonus otot dan mempergiat peredaran darah pada kulit. 
Teknik : Pada umumnya tapotement dikerjakan dengan kedua tangan bergantian. Sikap tangan dapat berupa setengah mengepal, jari-jari terbuka atau rapat, dapat pula dengan punggung jari-jari, aau dengan mencekungkan tapak tangan jari-jari rapat. Bisanya tapotament diberikan didaerah pinggang, punggung dan pantat, tetapi boleh juga diberikan ditempat lain apabila diperlukan. Arahnya naik turun bebas. 

Friction (Menggerus) 


Maksud : Fenghancurkan bekuan-bekuan dan pengerasan-pengerasan didalam jaringan ikat dan otot. 
Tujuan : Fenormalkan sirkulasi (peredaran) darah dan pertukaran zat. 
Teknik : Friction dapat dikerjakan dengan ujung-ujung jari, ibu jari, atau pangkal tapak tangan, disesuaikan dengan keadaan. Caranya dengan menekankan ujung-ujung jari tersebut dan putar-putarkan berurutan sambil jalan atau ditempat. Biasanya digunakan untuk menghancurkan kekakuan-kekakuan otot, ujung-ujung otot dan pada persendian. Arahnya naik turun bebar. 

Walken (Menggosok Melintang Otot) 


Maksud : Maksud dan tujuan dari walken adalah sama dengan maksud effleurage hanya berbeda dalam pelaksanaannya. 
Teknik : Walken diberikan hanya ditempat-tempat yang lebar dan pelaksanaannya melintang otot, sedang effleurage dapat diberikan dimana saja dan pada umumnya menyusur perpanjangan otot. Walken selalu dikernakan dengan kedua tangan, jari-jari rapat. Dengan tekanan, gosokkan kedua tangan tersebut dengan arah yang berlawanan, satu menarik dan satu mendorong. Arahnya naik turun bebas. 

Vibration (Menggetarkan)


Maksud : Dengan halus merangsang syaraf vegatatief pada alat-alat dalam melalui luar. 
Tujuan : Untuk mempengaruhi alat-alat yang penting. 
Teknik : Getaran ini dapat diberikan melalui ujung satu jari, dua jari maupun tiga jari dirapatkan. Caranya dengan membengkokan siku, jari-jari ditekankan pada tempat yang dikehendaki kemudian kejangkan seluruh lengan tersebut. Cobalah ini, biasanya diberikan pada tempat-tempat yang sensitif (peka) misalnya dibawah lekuku kepala, sekelilig persendian, disudut luar scapula dan sebagainya. Vibration ini termasuk manipulasi segment massage dan sangat effektif untuk memacu persyaratan dalam usaha penyembuhan.

Skin Rolling (Menggeser Lipatan Kulit) 


Maksud : 
  • Melepaskan kulit dari jaringan ikat 
  • Melebarkan pembuluh darah kapillair 
Tujuan : Mempertinggi tunas dan memperbaiki pertukaran zat serta peredaran darah dibawah kulit. 
Teknik : Untuk tempat-tempat yang kecil dapat dikerjakan dengan satu tangan saja sedangkan untuk tempat-tempat yang lebar dikerjakan dengan kedua tangan bersama-sama. Caranya dengan mencubit kulit, ibu jari, didorongkan dengan jari-jari yang lain melangkah-langkah berjalan ke depan. Ski rolling termasuk manipulasi pengobatan dapat berfungsi menggantikan sistem kerokan untuk menghilangkan masuk angin. Umumnya skin rolling dilakukan melintang otot. Arahnya naik turun bebar. 

Stroking (Mengurut)


Maksud :
  • Mempengaruhi syaraf vegetatief pada jaringan-jaringan di bawah kulit.
  • Mencari atau mengetahui kelainan-kelainan jaringan.
Tujuan : Melemaskan jaringan sehingga sirkulasi darah dan pertukaran zat menjadi baik. 
Teknik : Dengan ujung dan dua jari, tiga jari empat ujung jari yang dirapatkan, kemudian dengan tekanna, gerakan jari-jari tersebut menyusur antar otot (inter mosculair) antar tiga (inter costae) dan lain-lain. Dengan gerakan ini akan dapat menemukan kelainan-kelainan yang berupa pengerasan-pengerasan, ketegangan-ketegangan, atau benjolan-benjolan pada otot tersebut. Dengan menemukan kelainan tersebut akan mempermudah untuk mengobatinya. Gerakan stroking dapat dilakukan dari bagian ujung kearah pangkal, atau dapat pula dari bagian samping menuju ke arah tengah di daerah punggung.

Pengertian dan Tujuan Massage

Massage berasal dari bahasa Arab, mass yang berarti menekan, dengan imbuhan age dari bahasa Perancis. Sedangkan kalau diambil dari bahasa Yahudi Maschesch yang berarti meraba. Yang menggunakan kata massage ialah Lepage, seorang bangsa Perancis pada tahun 1813. 

Di Indonesia massage dikenal sebutan pijatan atau pijitan. Pijitan terdiri dari pijitan-pijitan lembut dengan jari. Cara memijit atau memijat belum mempunyai landasan teori, sehingga pijitan atau pijatan belum dikategorikan kepada massage. 


Macam-macam massage dapat dibedakan sebagai berikut : 
  1. Massage terapi (segmen massage),
  2. Massage kecantikan (cosmetic massage),
  3. Massage kebugaran (sport massage). 
Massage mempunyai tujuan-tujuan tertentu, misalnya :

Massage Selama Latihan Intensif

Boleh dimassage seluruh tubuh maximum satu sampai dua kali seminggu, utamakan otot-otot yang banyak dipergunakan sesuai dengan cabang olahraganya. Disamping itu, apabila terjadi suatu kelainan, maka pijatlah sampai tuntas, meskipun harus mengulang setiap hari.

Massage Sebelum Pertandingan

Semakin mendekati pertandingan dosisnya harus semakin dikurangi, pijatlah bagian-bagian yang perlu saja tanpa mengurangi perhatiannya terhadap otot-otot yang akan dipergunakan. Usahakan agar atlit selalu dalam keadaan fit.

Massage Selama Pertandingan 

Biasanya waktunya singkat yakni pada saat istirahat menjelang pertandingan selanjutnya. Karena timbul kelelahan, maka manipulasinya antara lain berupa: effleuraga, shaking, dan tapotament ringan. Utamakan Otot-otot yang dipergunakan.

Massage Sehabis Pertandingan

Jika kelelahan terlihat berlebihan, maka massage dilakukan keesokan harinya, atau diberikan massage pelan-pelan secukupnya. Apabila terjadi kelainan-kelainan semalam. Esoknya usahakan kelainan itu dapat dimassage sampai sembuh. Bila belum berhasil, ulangi lagi setiap hari.

Seseorang yang pantang atau tidak boleh di massage apabila orang tersebut sedang dalam keadaan sebagai berikut :
  1. Fractur (rusak tulang) 
  2. Dislocatic (lepas sendi) 
  3. Farion (ada pendarahan) 
  4. Luxatio (daging sendi) 
  5. Tumor (daging tumbuh) 
  6. Deman (temperatur badan naik karena sakit) 
  7. Desentri (mulas-mulas)