Aug 13, 2016

Alasan Kenapa Kamu Gak Perlu Nonton Sinetron Anak Jalanan

Saya sebel banget dengan sinetron Anak Jalanan, ditambah lagi istri saya suka banget nonton sinetron ini. Semenjak sinetron Anak Jalanan ditayangkan di tivi, istri saya jadi mulai berubah.

Tanpa sadar sepertinya istri saya sudah tersihir. Insiden berebut remot tivi yang dulu pernah terjadi, dan pada akhirnya kami menyepakati dengan menandatangani surat perjanjian perdamain di saksikan secara langsung Hafizh selaku saksi. Gara-gara sinetron Anak Jalanan, istri saya berbuat nekat untuk menguasai remot tivi kembali. Perjanjian damai dilanggar secara membabi buta.

Saya dan Hafizh tidak bisa berbuat apa-apa. Karena jika kami melakukan kudeta menjadi percuma. Alasannya adalah Hafizh takut durhaka terhadap Bundanya, dan saya sendiri takut pengurangan “jatah”.

Kesel banget selesai lihat adzan di SCTV. Bukan kesel karena adzannya ternyata Aliando jadi bintang di dalam adzan tersebut. Dan bukan kesel karena Prilly gak muncul-mucul setelah ditunggu lama. Tetapi setelah adzan magrib selesai Anak Jalanan langsung tayang di RCTI. Ini seperti selesai memutuskan untuk bertobat, semenit kemudian maksiat lagi.

Adzan magrib selesai itu artinya remot tivi sudah mulai di klaim, tidak boleh disentuh, tidak boleh direbut, dan itu hukumnya wajib.

Dan akhirnya apa yang terjadi pada nasib saya dan Hafizh?

Kami sebetulnya ingin sekali memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah, tetapi nyali kami terlalu kecil. Kami takut tidak bisa bertahan dengan kerasnya kehidupan di luar. Saya takut gak bisa makan. Hafizh takut gak bisa minum susu lagi. Kami takut udara luar yang dingin.

Sebenarnya apa yang menarik dari sinetron Anak Jalanan? Apa alasan orang-orang suka dengan sinetron Anak Jalanan?

Apakah hanya saya saja yang merasa gak suka dengan sinetron Anak Jalanan? Ada beberapa alasan kenapa saya gak suka dengan sinetron Anak Jalanan. Bisa jadi kalau kamu juga ada yang sama seperti saya, sama-sama gak suka. Mungkin inilah alasannya kenapa sinetron Anak Jalanan gak perlu untuk ditonton.



Alasan Kenapa Kamu Gak Perlu Nonton Sinetron Anak Jalanan

Sering Melakukan Balap Liar

Entah kenapa kemasan Anak Jalanan di bumbui dengan balap-balapan, tetapi menurut saya gak ada keren-kerennya. Dibandingkan film yang sama-sama ada adegan balap liar seperti Fast and Furious. Walaupun perbandingannya agak lebay dan timpang, karena Fast and Faious pakai mobil yang menceritakan kehidupan kriminal jalanan. Anak Jalanan pakai motor dengan anggota anak-anak SMA.

Harusnya sudah sejak dulu sekolah menerapkan Full Day School agar Anak Jalanan gak kelayapan dijalan.

Dan banyak sekali adegan balapan saling kejar antara geng Black Cobra yang ngejar Anak Jalanan di jalan umum. Yang membuat adegan ini jadi sangat aneh adalah dari jalan umum tiba-tiba berhenti di sebuah taman yang sebetulnya jauh dari jalan. Perpindahan setnya itu yang membuat saya merasa geli.

Masa iya dari jalan umum ibukota tiba-tiba berhenti di taman dan dilanjutkan dengan berantem. Sudah jelas-jelas tadi jalannya cuma lurus dan gak belok kemana-mana.

Adegan Perkelahian yang Gak Penting

Sebetulnya cerita dari sinetron Anak Jalanan itu sederhana tetapi dibuat lebay. Bayangkan saja motif dari geng Black Cobra sering ganggu Anak Jalanan cuma pengen geng Anak Jalanan itu membubarkan diri. Mereka sering berantem cuma itu. Logikanya dimana? Pak Polisinya dimana?

Sudah jelas siapa yang berantem, siapa yang ngeroyok, tiap hari bikin onar. Kok ada yang gak lapor Polisi. Penulis ceritanya benar-benar gak masuk akal.

Dan yang paling melekat oleh penikmat sinetron ini adalah setiap perkelahian yang dilakukan Black Cobra selalu ada kata “Serang guys”. Dan setiap kalah pasti ada kata “Cabut guys”.

Maksud saya ngapain sih?

Udah capek-capek merencanakan rencana jahat, capek-capek ngejar. Kalau pada akhirnya berantem juga kalah. Lha mendingan jadi tukang ojek on line saja.

Jam Tayangnya Lebay Banget 

 
Mungkin rating yang tinggi menjadi alasan kenapa sinetron Anak Jalanan jam tayangnya lebih lama dari tausiyah Mamah Dedeh. Itu tandanya banyak penggila sinetron Anak Jalanan atau mungkin banyak kaum yang nganggur pada saat jam tayang sinetron tersebut.

Saya akui jam tayang sinetron Anak Jalanan memang sangat strategis dan menguntungkan. Habis magrib adalah jam-jamnya orang-orang untuk menonton tivi. Istri saya saja yang seharian capek kerja, selesai adzan magrib sudah nonton RCTI untuk sekedar pengen tahu lanjutan cerita kemarin.

Kaum-kaum seperti inilah menjadi penyumbang terbesar rating sinetron tersebut. Sinetron Anak Jalanan adalah maha karya sempurna bagi penikmatnya. *Maha karya sempurna ndasmu...

Jika kita lihat dari dua sisi, semua sinetron pasti ada sisi negatif dan positifnya. Tapi dibalik itu semua, pasti selalu ada sisi positif pesan moral yang dapat disampaikan. *Katanya orang bijak.

Alasan Kenapa Kamu Gak Perlu Nonton Sinetron Anak Jalanan

Artikel Terkait

Saya suka nulis hal-hal yang dianggap gak PENTING, selain nulis di blog saya juga sibuk ngajar di Sekolah Dasar. Jadi kalau ada yang mau FOLLOW blog saya janganlah malu-malu, karena saya juga akan memberikan FOLLBACK.
Baca profil lengkap saya DI SINI