23 Sep 2016

Guruku Sayang Guruku yang Malang

Sudah berkali-kali ada guru yang dilaporkan orang tua murid dengan tuduhan tindak pidana kekerasan. Kasus kekerasan oleh guru kepada siswanya mendadak menjadi viral dan menjadi bahan perbincangan di media sosial. Para netizen terbagi jadi dua, ada pro dan kontra. Hal ini menjadikan perdebatan seru dan mendapatkan tanggapan yang berbeda-beda.

Ada yang beranggapan jika ada guru yang mencubit atau menjewer adalah bagian dari pendidikan untuk mendisiplinkan si anak. Ini pendapat orang yang kebanyakan minum komix satu box. Tidak ada hubungannya antara kekerasan fisik dengan pendidikan. Kekerasan fisik terhadap anak tetaplah salah. Apalagi jika ini dilakukan seorang guru yang merupakan seorang pendidik.

Melakukan kekerasan fisik kepada murid menunjukkan jika guru tersebut adalah guru gagal. Tugas guru adalah mendidik murid-muridnya tanpa kekerasan. Guru bukan lagi pahlawan tanpa tanda jasa. Karena profesi ini sekarang digaji tidak sedikit lebih-lebih yang sudah PNS dan menerima sertivikasi.

Saya sendiri mempunyai pengalaman yang tidak mengenakkan saat masih duduk di Sekolah Dasar, bahkan pengalaman buruk tersebut masih terekam jelas oleh saya.

Saat itu saya kelas 4 dan Guru saya selalu melakukan kekerasan verbal terhadap saya ketika saya salah mengisi jawaban tugas yang diberikan beliau. Tidak hanya dari diksi atau pemilihan kata yang cenderung negatif atau menjatuhkan. Tapi juga aspek non-verbal, seperti mimik muka, murka, melotot, intonasi, tekanan-tekanan dan tempo kata-kata. Beliau tidak sadar bahwa ekspresi tersebut masuk menjadi bagian kekerasan verbal. Walaupun saya tidak mengalami kekerasa secara fisik tetapi secara perkembangan psikologis, seperti pembentukan kepercayaan diri, harga diri, sampai kemampuan regulasi diri saya sedikit terganggu.

Beliau selalu bilang saya adalah murid bodoh dan bau badan saya mirip pantat kuda. Pada saat itu saya memang tinggal bersama kakek dan nenek saya yang notabene kakek saya adalah seorang kusir kuda.

Sekarang bisa saya simpulkan jika kenapa beliau bisa tahu bau pantat kuda, mungkin beliau memang hobi nyiumi pantat kuda saat pergi ke pasar. Jadi beliau menjadi handal soal bau kuda.

Semua anak pasti pernah melakukan kenakalan dan tidak semua anak itu pintar dalam pelajaran. Tetapi apakah kenakalan anak tersebut akan membuat dia menjadi sampah masyarakat nantinya? 
Apakah anak yang bodoh tidak akan menjadi orang sukses nantinya?

Ketika Guru menggunakan tangan untuk menegur, mengunakan kata-kata kasar untuk mendidik kadang tercampur antara niat membuat siswa tersebut berubah dan niat menyalurkan kekesalan. Saat dua niat tersebut tercampur jadi satu, di situ ada potensi terjadinya kekerasan.

Guru-guru mesti berhati-hati dan belajar teknik-teknik khusus untuk menghadapi kenakalan muridnya. Perlu disadari memang menghadapi siswa nakal di sekolah bukanlah upaya instant. Namun perlu proses dan waktu serta kesabaran para guru untuk mencobanya. Menegur anak atau memberikan peringatan bahwa tindakan anak salah, bisa dilakukan dengan tegas dan jelas, namun hindari kata-kata negatif yang menjatuhkan dan melukai harga diri anak.



Guruku Sayang Guruku yang Malang

Sekolah bukan tempat penitipan anak. Kalau anaknya bandel, sekolah diminta bisa ‘memperbaiki’ memangnya sekolah adalah bengkel? Peran orang tua juga dituntut aktif dalam pendidikan anaknya, orang tua tidak bisa pasrah dan terima beres begitu saja.


Para orang tua bisa melakukan beberapa hal seperti di bawah ini:
  1. Dengan mengontrol waktu belajar dan cara belajar anak. Anak-anak diajarkan untuk belajar secara rutin, tidak hanya belajar saat mendapat pekerjaan rumah dari sekolah atau akan menghadapi ulangan. Setiap hari anak-anak diajarkan untuk mengulang pelajaran yang diberikan oleh guru pada hari itu. Dan diberikan pengertian kapan anak-anak mempunyai waktu untuk bermain. Orang tua bisa memeriksa nilai-nilai ulangan dan tugas anak mereka.
  2. Memantau perkembangan kepribadian yang mencakup sikap, moral dan tingkah laku anak-anak. Hal ini dapat dilakukan orang tua dengan berkomunikasi dengan wali kelas untuk mengetahui perkembangan anak di sekolah.
  3. Orang tua dapat menanyakan aktifitas yang dilakukan anak mereka selama berada di sekolah. Dan tugas-tugas apa saja yang diberikan oleh guru mereka. Kebanyakan siswa tingkat SMP dan SMA tidak melaporkan adanya kelas-kelas kosong dimana guru mereka berhalangan hadir. Sehingga pembelajaran yang ideal di sekolah tidak terjadi dan menjadi tidak efektif.
Setiap ada kekerasan yang terjadi di sekolah, sistem pendidikan yang salah menjadi kambing hitam. Memang sistem pendidikan menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi kehidupan seseorang, tidak hanya itu sistem pendidikan juga berperan besar bagi kemajuan dan perkembangan sebuah bangsa. Sebuah bangsa yang maju dan besar tentu ditunjang dengan kualitas pendidikan yang memadai bagi warganya.

Dalam konteks realisasinya sendiri, Pemerintah melalui dua Kementrian (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menggarap Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk menangani Pendidikan Tinggi, Pengembangan Riset serta Teknologi di seluruh wilayah NKRI), terus menerus mengembangkan beragam program, dan mengeluarkan anggaran untuk terus mengembangkan pendidikan serta menghasilkan produk pendidikan yang unggul di segala bidang.

Ironisnya, Pendidikan di Indonesia masih belum mampu untuk menampung banyak hal yang bersifat Idealis serta Fundamental. Ini terbukti dengan masih ditemukannya beragam temuan masalah degradasi moral baik Pendidik maupun siswa, hingga yang terbaru adalah isu rasa takut Pendidik untuk mendisiplinkan siswa karena enggan berurusan dengan pihak orang tua yang akan membawanya ke ranah pidana.

Pendidikan merupakan salah satu kunci untuk memajukan suatu bangsa. Bangsa yang memiliki generasi penerus yang cerdas, unggul, dan baik sangat ditentukan oleh sistem pendidikan yang ada di negara itu sendiri. Kontribusi anak bangsa yang berkarakter cerdas, unggul, dan kompetitif itu sangat diperlukan untuk masa depan suatu bangsa mengingat bahwa persaingan di era global saat ini semakin lama semakin tinggi.

Artikel Terkait

Saya suka nulis hal-hal yang dianggap gak PENTING, selain nulis di blog saya juga sibuk ngajar di Sekolah Dasar. Jadi kalau ada yang mau FOLLOW blog saya janganlah malu-malu, karena saya juga akan memberikan FOLLBACK.
Baca profil lengkap saya DI SINI