May 16, 2017

Yuk Kenali Tradisi Dandangan di Kudus Jawa Tengah

Seperti biasa sebelum Ramadhan Kabupaten Kudus selalu menggelar even Dandangan. Oleh masyarakat Kudus, prosesi Dandangan ini menjadi penanda memasuki bulan Ramadhan. Pastinya orang kudus sudah kenal yang namanya Tradisi Dandangan atau Event Dandangan ini. Dan yang uniknya adalah ada hiburan pasar malam sebelum even Dandangan. Di Jember Kudus sudah mulai terlihat ramai. Warga memanfaatkan pasar malam sebagai ajang rekreasi alternatif. Baca juga : 5 Alasan Kenapa Melakukan Perjalanan Darat Itu Menyenangkan.
 

Keberadaan pasar malam memang menjadi rutinitas setiap tahunnya jelang Dandangan. Pasar malam kali ini sedikit berbeda dengan biasanya. Tidak hanya diisi komedi putar, ombak banyu tapi juga atraksi pertunjukan ikan lumba-lumba. Untuk pertunjukan lumba-lumba, berada di lapangan Jember. Lokasi tersebut berada di samping SMA 2 Kudus, yang biasanya tak digunakan pasar malam.


Yuk Kenali Tradisi Dandangan di Kudus Jawa Tengah

Dandangan biasa diselenggarakan selama 10 hari. Mengenai lokasi Dandangan, akan mengacu pada kegiatan tahun sebelumnya. Yaitu bertempat di Jalan Sunan Kudus, Jalan Madurekso, Jalan Kiai Telingsing, Jalan Menara, Jalan Pangeran Puger, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Wahid Hasyim dan Jalan Kudus Jepara.

Di sepanjang Jalan Sunan Kudus, mulai dari perempatan Pekojan – Jember sudah terlihat kesibukan para pedagang. Sejumlah truk tampak parkir dan membongkar peralatan dan barang dagangan milik pedagang. Dagangan itu 
kemudian di tumpuk di tepi jalan, di depan deretan toko-toko yang mulai buka.

Semula, para pedagang yang ikut Dandangan di depan masjid hanya menjual aneka makanan tradisional. Baca juga Jepara: Ayam Goreng dan Bebek Goreng Kremes Pak Pono. Memasuki tahun 1980-an, jumlah pedagang semakin bertambah. Para pedagang itu tidak hanya berasal dari Kudus melainkan datang dari daerah-daerah lain seperti Jepara, Pati, Rembang. Salah satu ciri khas dagangan di Dandangan adalah kreweng, sejenis kerajinan tanah liat, pakaian, peralatan dari tanah liat, vas bunga, kelinci, pernak-pernik, aksesoris dan berbagai jajanan aneka jenis.
 

Sebagian pedagang berjualan secara lesehan dan sebagian lagi berjualan dengan tenda atau gerai yang disediakan oleh Dinas Perdagangan.
 

Dandangan merupakan tradisi unik. Menurut sejarah, nama ”dandangan” diambil dari suara beduk Masjid Menara Kudus yang berbunyi dang, dang, dang saat ditabuh untuk menandai awal bulan puasa. Tradisi ini sudah ada sejak sekitar 450 tahun lalu, pada masa Sunan Kudus (Syeikh Jakfar Shodiq) menyebarkan Islam di Kota Kudus.

Awalnya, dandangan adalah tradisi berkumpulnya para santri di depan Masjid Menara Kudus setiap menjelang Ramadhan. Mereka menunggu pengumuman Syeikh Jakfar Shodiq tentang penentuan awal puasa.

Seiring berjalannya waktu dan banyaknya santri yang berkumpul di depan Masjid Menara Kudus, tradisi dandangan lalu tak sekadar mendengarkan pengumuman awal puasa, tetapi juga dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan di sekitar masjid.

Akhirnya, dandangan dikenal masyarakat sebagai pasar malam yang ada setiap menjelang Ramadhan.
Begitulah tradisi unik yang rutin diadakan di Kudus menjelang bulan Ramadhan. Bagaimana dengan di daerahmu teman? Ada tradisi unik apa?

Artikel Terkait

Saya suka nulis hal-hal yang dianggap gak PENTING, selain nulis di blog saya juga sibuk ngajar di Sekolah Dasar. Jadi kalau ada yang mau FOLLOW blog saya janganlah malu-malu, karena saya juga akan memberikan FOLLBACK.
Baca profil lengkap saya DI SINI