24 Jun 2016

Sihir Mars Perindo

Melihat perkembangan anak saya, Hafizh yang sudah masuk usia satu tahun. Saya merasa seneng banget. Dibandingkan melihat perkembangan LGBT yang juga berkembang cukup signifikan saya lebih seneng melihat perkembangannya Hafizh.

Dia sekarang sudah bisa jalan, walaupun saat jalan mirip banget kayak orang mabuk sagon. Jalannya belum bisa seimbang, ngepot kanan-ngepot kiri. Jika diperhatikan dari belakang, pada saat dia jalan gerakan pantatnya mirip Zaskia Gotik dengan goyang itiknya. Mentang-mentang sudah bisa jalan Hafizh sekarang pengennya ngajak jalan-jalan terus. Jalan muterin komplek sambil pamerin wajah gantengnya, gak lupa Hafizh juga pamerin wajah gembel ayahnya.

Nasib kalau wajah anak lebih ganteng dari ayahnya ya kayak gini. Hafizh belum tahu dunia selalu berputar, yang di atas belum tentu selalu di atas terus. Pada suatu hari nanti semuanya pasti bisa berubah. Hafizh berubah tambah ganteng sedangkan saya berubah tambah tua. Tua-tua keladi, tambah tua banyak istri. Anggap saja saat baca bagian istri ada sensornya. Inget ada sensornya! Atau pura-pura gak kebaca demi keselamatan hidup saya.

Yang membuat saya heran dari Hafizh selain wajah gantengnya adalah dia suka banget dengan Mars Perindo ciptaan Ibu Lilyana Tanoesoedibjo. Ini ujian apalagi yang kau berikan Tuhan? Anak satu tahun ngedance saat melihat tayangan Mars Perindo. Maksud saya okelah kalau Hafizh ngedance saat melihat iklan NU Green Tea karena memang musiknya enak buat ngedance. Ini Mars Perindo, kebayang gak saat ada sebuah tempat hiburan malam yang di dalamnya penuh dengan orang-orang mabuk dan DJ-nya memutarkan musik Mars Perindo? Sedang asiknya ajojing, mereka semua pasti langsung taubat saat mendengarkan Mars Perindo.

Sihir Mars Perindo

Entah sihir apa yang ada di dalam Mars Perindo ciptaan Ibu Lilyana Tanoesoedibjo ini sehingga anak umur satu tahun merasa kegirangan saat melihatnya. Atau bisa jadi selera musik Hafizh lain dari pada yang lain. Saya takutnya Mars Perindo menjadi lagu favorit dia, dan bisa-bisa suatu saat nanti Kangen Band, Wali, Setia Band, dan Republik dianggap grup band kampungan yang gak bisa ngerti kualitas musik.

Hafizh rela meninggalkan sebotol susu coklatnya demi Mars Perindo yang tayang di dalam kotak sebesar 19 inch. Jangan-jangan dia akan lebih memilih nonton Mars Perindo dari pada nonton ayahnya yang disunat untuk kedua kalinya. Ini bahaya.

Sepertinya bagi Hafizh Mars Perindo ciptaan Ibu Lilyana Tanoesoedibjo membangkitkan semangat kemakmuran saat dia dewasa nanti.

Saya harus legowo menerima kenyataan pahit menurut saya tapi manis untuk Hafizh. Disaat Hafizh gak mau makan daging, bukan karena daging baru mahal tapi karena giginya belum lengkap. Hafizh lebih memilih makan nasi dengan sayur bayam. Hafizh memang lebih baik memilih untuk melihat Mars Perindo ciptaan Ibu Lilyana Tanoesoedibjo dari pada Tukang Bubur Naik Haji.

Artikel Terkait

Saya suka nulis hal-hal yang dianggap gak PENTING, selain nulis di blog saya juga sibuk ngajar di Sekolah Dasar. Jadi kalau ada yang mau FOLLOW blog saya janganlah malu-malu, karena saya juga akan memberikan FOLLBACK.
Baca profil lengkap saya DI SINI