22 Jun 2016

Alasan Kenapa Harus Pindah Kontrakan

Jika saja salah satu dari sekolah saya ataupun istri ada rumah dinasnya, mungkin saya gak harus ngontrak. Bisa jadi kami akan tinggal di rumah dinas. Pengen banget suatu saat nanti jika ada rejeki lebih bisa membeli rumah di sini. Saya lihat-lihat Perumahan Mayong Raya Indah Jepara tempat kami kontrak sekarang masih ada yang kosong. Siapa tahu tahun depan kami bisa membeli salah satunya.

Kami sudah merasa nyaman tinggal di sini. Jadi merasa males pindah-pindah tempat lagi. Masih terbayang dulu saat pertama kami mencari rumah kontrakan. Saat itu ditemani gerimis, kehamilan istri yang sudah masuk bulan ke-9, gak ada satu orangpun yang kami kenal di Jepara.

Karena saat itu sifatnya kepepet, kami gak punya banyak pilihan. Mengingat keadaan istri saya yang gak mungkin saya ajak capek-capekan. Jadi ada rumah kontrakan langsung saya iyain aja. Gak pikir-pikir panjang lagi.
Setelah satu tahun berjalan kami putuskan pindah kontrakan. Ada 4 alasan kenapa kami gak memperpanjang kontrakan, dan kami harus pindah kontrakan.

Faktor Keamanan 

Rumah kontrakan kami termasuk bangunan lama yang belum pernah di rehab. Jika dilihat kebanyakan rumah tetangga kami mempunyai pagar semua, sedangkan rumah kontrakan kami gak ada pagarnya. Mungkin kalau di kampung saya, rumah gak ada pagarnya adalah hal yang biasa. Tingkat kriminalitas di kampung beda kayak di perumahan.

Apalagi kami berdua sama-sama kerja, rumah sering kosong. Dan tetangga kami juga kebanyakan pegawai semua, suasana komplek sering sepi karena semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Wajar saja kalau kami selalu kepikiran keadaan rumah saat kami tinggal untuk bekerja.

Gak hanya itu saja, pernah terjadi hal yang yang membuat kami kaget. Tengah malam ternit ruang tamu jatuh. Dari situ kami jadi takut sendiri kalau kejatuhan rejeki ternit. Dan beberapa bagian rumah sering bocor. Sudah manggil Pak tukang juga gak bisa mengatasi, karena pendapat beliau rumah ini memang sudah waktunya untuk di rehab. Kalau ini rumah kami gak masalah, lha rumahnya orang. Masa saya yang harus rehab.

Gosip Rumah Angker

Kami gak tahu kalau rumah yang kami kontrak itu terkenal angker. Cuma selama kami tinggal gak pernah merasakan hal-hal angker seperti yang orang-orang ceritakan. Kemungkinan setan-setan yang sering diceritakan tetangga saya jijik atau kalau gak males nemuin saya.

Saat itu saya sempat merasa heran sendiri, kenapa setiap ketemu orang selalu ditanya apakah ada hal-hal aneh yang terjadi di rumah yang saya tinggali. Gak cuma sekali dua kali pertanyaan seperti itu di tujukan kepada saya. Tapi kenyataanya memang gak pernah terjadi hal yang aneh seperti di film-film horor yang pernah saya tonton.
Pengalaman mistis saya hanya saat ngaca di kamar. Saya melihat wajah saya yang tampan. Ini benar-benar mistis sekali.

Eek Kucing

Setiap pagi saya selalu panen eek kucing, ini efek dari rumah yang gak punya pagar dan halaman depan yang berpasir. Halaman depan menjadi tempat favorit kucing satu RT untuk buang hajat berjamaah. Saking seringnya menjadi tempat eek kucing, saya jadi hafal beberapa aroma eek kucing. Gak hanya aromanya tetapi tekstur-tekstur yang di hasilkan dari yang lembek sampai yang keras, sudah menjadi makanan pemandangan saya setiap pagi.

Awalnya saya jijik melihat eek kucing, tetapi lama-lama saya menjadi ketagihan. Sehari gak lihat eek kucing saya bisa sakau. Setiap melihat eek kucing rasanya pengen mencium bau harumnya dan menyentuh kehangatan eek kucing.

Gak ada yang bisa saya lakukan untuk mencegah kucing-kucing biadab ini agar gak eek di halaman kontrakan saya, apa boleh buat. Hewan gak bisa diajak ngobrol baik-baik, akhirnya sayalah yang merasa lebih tua yang mengalah untuk pindah kontrakan.

Mendapatkan Tawaran Lebih Baik

Sekarang ini kami sudah pindah kontrakan yang gak jauh dari kontrakan lama kami. Masih satu komplek dan satu RT. Di kontrakan baru ini kami mempunyai tawaran yang lebih baik, dibandingkan kontrakan lama kami. Rumahnya lebih luas dan ada pagarnya. Pas seperti apa yang kami inginkan. Harga juga gak mahal, bahkan harga sewanya sama dengan kontrakan lama. Kalau harga sewanya sama tapi fasilitasnya lebih menunjang kenapa gak untuk saya pindah. Saya rasa itu manusiawi.

Pemilik rumah kontrakan adalah teman kami seprofesi, sama-sama Guru dan suaminya bekerja sebagai Marinir yang bertugas di Rembang. Lumayan setiap beliau pulang kami bisa dapat ikan laut gratis. Hahahaha...

Gak ada lagi ternit jatuh gara-gara bangunannya sudah tua, gak ada lagi yang angker-angker, gak ada lagi eek kucing.

Tapiii..........

Halaman depan sering dijadikan tempat mesum. Iya, kucing mesum.

Alasan Kenapa Harus Pindah Kontrakan

Kami kayaknya berjodoh dengan hewan satu ini, kemanapun kami tinggal selalu ada cerita tentang kucing. Padahal kami gak ada yang suka melihara kucing, kenapa mereka selalu mengikuti kami. Belum cukupkah dengan eek kalian selama setahun kemarin?

Artikel Terkait

Saya suka nulis hal-hal yang dianggap gak PENTING, selain nulis di blog saya juga sibuk ngajar di Sekolah Dasar. Jadi kalau ada yang mau FOLLOW blog saya janganlah malu-malu, karena saya juga akan memberikan FOLLBACK.
Baca profil lengkap saya DI SINI