11 Nov 2015

Mata Genit Suka Ngintip Jadi Bintit


Siapa orangnya yang mau dikasih sakit?

Saya yakin pasti nggak akan ada yang mau walalupun sakitnya nggak terlalu berat. Tetapi ada penyakit yang kelihatannya spele tapi bisa bikin saya ngerasa kesel banget, yaitu disaat mata saya bintitan. Dan salah satu yang bikin kesel banget adalah stigma negatif yang timbul dari mata bintitan adalah gara-gara ngintip.

Seingat saya, saya udah lama nggak pernah ngintip lagi. Terakhir ngintip itu cuma kemarin. Bintitan itu nggak seberapa tapi malunya bisa dibawa kemana-mana. Mau pakai kaca mata hitam? Nanti dianggap sombong. Apalagi nggak mungkin saya ngajar pakai kaca mata hitam. Bukannya apa-apa, semua itu malah nggak ada keren-kerennya. Malah lebih mirip pedofil.

Istri saya aja yang saya harapkan memberikan dukungan moral untuk saya, malah ikut ngetawain. Bisa dibayangkan bukan sakitnya kayak apa diketawain orang terdekat kita? Mau ijin nggak berangkat kerja juga malah jadi lelucon. Masa saya mau ijin Kepala Sekolah nggak berangkat karena sakit bintititan? Mau nggak mau saya berangkat dengan membawa aib di mata saya.

Tingkat kepercayaan diri saya mendadak turun drastis, apalagi di depan murid saya. Dan kampretnya saat saya ngajar ada murid yang nanya dengan polosnya “Pak, matanya bintitan?”
Saya bingung mau jawab apa, akhirnya saya alihkan pertanyaan dia. “Buka LKS halaman 23”
“Lho Pak, olahraga kan nggak ada LKS-nya” Salah satu murid pinter yang sukses bikin saya tambah keringet dingin.
Kenapa saya bisa lupa kalau pelajaran olahraga emang nggak ada buku LKS-nya.

Setelah kejadian itu saya jadi penasaran kenapa mata saya bisa bintitan. Masalahnya dalam setahun saya sudah bintitan dua kali. Yang pertama ada di mata kiri, dan yang kedua ini pindah di mata kanan. Itu artinya dalam satu tahun pelajaran ada dua semester mata saya bintitan. Tiap semester nggak cuma nyiapin administrasi tapi juga nyiapin mental gara-gara mata bintitan.

Padahal lama rentang waktu mata bintitan bisa 7-20 hari. Berarti selama itulah beban aib yang saya pikul. Masa setiap murid nanya saya harus menghindar terus atau memberikan jawaban yang aneh. Misalkan ada yang nanya lagi “Pak, matanya bintitan ya?”
Apa saya harus jawab “Nggak, ini jerawat kok” atau jawaban yang nggak masuk akal “Nak, ini adalah proses terjadinya mata sharingan”

Dan saat saya searching google, saya mendapatkan penjelasannya. Penyebab utama bintitan adalah bakteri stafilokokus. Bakteri ini biasanya hidup pada kulit manusia tanpa menyebabkan penyakit. Tetapi risiko bintitan akan meningkat jika kita menyentuh mata dengan tangan yang kotor. Contoh infeksi akibat bakteri yang dapat memicu bintitan adalah infeksi yang terjadi pada akar bulu mata, kelenjar minyak, dan kelenjar keringat.

Di samping bakteri, peradangan pada kelopak mata atau blefaritis juga dapat memicu terjadinya bintitan. Terutama jika Anda mengidap blefaritis jangka panjang. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau komplikasi akibat penyakit kulit rosaseae.

*Bukan karena mata genit suka ngintip jadi bintit.

Artikel Terkait

Saya suka nulis hal-hal yang dianggap gak PENTING, selain nulis di blog saya juga sibuk ngajar di Sekolah Dasar. Jadi kalau ada yang mau FOLLOW blog saya janganlah malu-malu, karena saya juga akan memberikan FOLLBACK.
Baca profil lengkap saya DI SINI