30 Agt 2014

Yea...hhh!!! Udah Resiko

Hello!

Cuaca di Purwodadi akhir-akhir ini panasnya enggak karuan, bahkan lebih panas pas ngelihat mantan cewek yang dulu kita putusin lagi jalan sama mantan cowok yang dulu mutusin kita. Jam sembilan pagi aja anak-anak udah pada melambaikan tangan ke kamera pertanda mereka enggak kuat panasnya matahari. Ada yang bilang udah capek, takut hitam, kepala pusing, pegal-pegal, belum bisa move on, dan banyak lagi alesan-alesan klasik anak-anak untuk meminta istirahat.

Sebagi guru yang cakepnya melebihi bola tolak peluru, saya enggak kuasa dan merasa sangat kasihan dengan keadaan ini. Daripada satu kelas pingsan ditengah lapangan mending saya istirahatkan aja, karena saya sendiri juga udah pucet ngerasain panas matahari yang dengan binalnya membuat keringat di ketiak keluar sangat deras. Kalau aja laku dijual, pasti saya akan jadi Tukang Burket Naik Haji.
Padahal jam olahraga sampai jam setengah sepuluh, sepertinya setengah jam bisa terasa sangat berat karena panas.

Cuaca panas juga membuat jalanan banyak debu, setiap berangkat ataupun pulang kerja masker enggak pernah ketinggalan. Saya enggak mau ambil resiko, kasihan hidung lentik yang di anugerahkan Allah kepada saya. Takutnya debu-debu ini membuat upil yang selama ini bersemayam di hidung saya enggak terlihat seksi lagi. Rasanya saya belum bisa rela kalau upil mungil yang saya piara dengan penuh kesabaran dan kasih sayang terkontaminasi debu. Padahal saya mempunyai cita-cita kalau upil mungil saya ini akan tumbuh dengan sebagaimana mestinya dan suatu saat nanti akan berguna bagi bangsa dan negara.

Beda 360° saat subuh datang, dingin memaksa saya selalu masak air panas untuk mandi sebelum berangkat kerja. Memang sebelumnya masak air panas selalu dikerjakan istri saya, tapi pekerjaan ini saya ambil alih setelah saya merasa bukan ayam yang siap dicabuti bulunya.
Kehangatan yang diberi istri saya belum bisa membantu mengusir dinginnya udara dipagi hari #Eaaa...!!! #PLAKKK...!!!

Tapi istri saya adalah perempuan yang sangat perhatian, dia tahu apa yang dibutuhkan suaminya sekarang. Dia tahu kalau guru olahraga banyak mengahbiskan waktu praktek di lapangan, dan enggak mau lihat suami tercinta yang dianggapnya paling cakep ini kelihatan hitam legam kayak arang. Makanya setiap belanja kebutuhan bulanan, dia selalu membeli body lotion Aselin Mieinstan Fair, lulur, pelembab bibir, dan bedak. Konon kata istri saya, Aselin Mieinstan Fair bisa membantu kulit yang hitam terlihat putih, cerah, dan bersinar. Walaupun sampai sekarang saya saya belum bisa melihat hasil nyatanya, tapi saya tetap tawakal.
Dan sekarang saya merasa lebih cantik.

Yea..hhh!!!
Mungkin ini adalah resiko guru olahraga yang selalu berteman mesra dengan matahari. Apalagi disaat cuaca panas kayak gini.



Sumber gambar Google

Artikel Terkait

Saya suka nulis hal-hal yang dianggap gak PENTING, selain nulis di blog saya juga sibuk ngajar di Sekolah Dasar. Jadi kalau ada yang mau FOLLOW blog saya janganlah malu-malu, karena saya juga akan memberikan FOLLBACK.
Baca profil lengkap saya DI SINI