22 Agt 2014

Karnaval Tahun Depan Harusnya Lebih Baik lagi

Hello!

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya (baca: Woi....!!! Bukan Tour de France...!) karnaval tahun ini dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-69 keluarga besar UPTD Pendidikan Kecamatan Godong kususnya Dabin II (Daerah bianaan II) menampilkan pertunjukan yang bertema pendidikan dari tingkat SD, SMP, SMU, Perguruan Tinggi, dan Kejar Paket. Semua Bapak dan Ibu Guru mendapatkan tugas yang berbeda-beda. Mereka semua mendadak menjadi model sisa anak SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, dan Kejar Paket.

Rombongan kami berangkat jam 1 siang menuju lapangan bola yang dijadikan tempat start dimulainya karnaval. Jam 1 siang cui... panasnya enggak nahan. Yang paling kasihan kaum ibu-ibu, dari rumah udah dandan sampai lapangan bedaknya cuma tinggal kenangan. Pengen tampil cantik dan menawan apa daya keringetan.

Kurang lebih 30 menit rombongan kami menunggu nomor antrian yang diberikan panitia. Dan akhirnya setelah nomor antrian dipanggil panitia kami berangkat beriringan bersama dijalur yang sudah ditentukan.
Karena banyaknya masyarakat yang hadir untuk menyaksikan karnaval, membuat rombongan peserta karnaval sedikit terganggu. Banyak warga yang minta foto bareng peserta karnaval. Tapi sayang, enggak ada yang mau minta foto bareng saya.
Yeaaah... saya adalah peserta karnaval yang paling hina.

Tetapi ada juga ibu-ibu masyarakat yang rajin menabung, rajin minta uang belanja suami, dan baik hati udah standby di depan rumah masing-masing. Mereka bukan mau minta foto bareng, ataupun minta pin BB. Mereka berpartisipasi dengan cara menyiapkan minuman yang dibagikan gratis untuk peserta karnaval.
“Mari Pak, Bu, yang haus. Silahkan ambil, gratis kok”

Kesempatan ini enggak akan saya sia-siakan “Bu!!!” Sambil tunjuk jari “Saya haus. Haus kasih sayang”

“-__- PLAKKKK!!!”

Kurang lebih jalanan macet selama 3 jam, karena adanya karnaval ini. Jalur Purwodadi-Semarang, Purwodadi-Demak, dan dari arah sebaliknya macet total. Semua peserta karnaval senyum-senyum kegirangan, yang kena macet cuma bisa senyum kecut.

Semoga aja acara karnaval tahun depan akan lebih baik lagi dan lebih tertib dari tahun ini. Karena sangat disayangkan melihat banyaknya anak-anak SMA sekitar malah kebut-kebutan di jalan. Padahal udah tahu jalanan macet masih ada aja yang narik gas seenaknya.






Artikel Terkait

Saya suka nulis hal-hal yang dianggap gak PENTING, selain nulis di blog saya juga sibuk ngajar di Sekolah Dasar. Jadi kalau ada yang mau FOLLOW blog saya janganlah malu-malu, karena saya juga akan memberikan FOLLBACK.
Baca profil lengkap saya DI SINI