12 Apr 2014

Menjawab Tantangan Masa Depan

Hello!

Walaupun hari ini saya masih diliputi kesedihan tapi kayaknya saya harus berlapang dada agar saya tidak terpuruk terlalu lama. Karena saya sadar kalau saya harus cepat bangkit, gak harus berjalan di tempat terus.

Kadang masih kangen melihat istri saya yang sering mual dan minta dielus perutnya, sekarang momen itu hanya tinggal kenangan yang gak bisa dihilangkan. Di tulisan saya sebelum ini tidak ada maksud membuka urusan pribadi kepada orang lain, tetapi saya lebih memilih menulis apa yang saya rasakan. Karena semua momen, entah manis ataupun pahit sangat disayangkan bila terlewat begitu saja. Inilah cara saya untuk mengingat masa lalu.

Masa lalu sangatlah penting untuk saya sendiri, saya tidak pernah mau menghapusnya. Itu sudah menjadi bagian cerita dari kehidupan saya.

Raut muka sedih gak harus saya perlihatkan kepada murid-murid saya. Saya mencoba seperti biasa, gak ada raut muka beban ataupun sedih dan tetap ceria.
Ini adalah salah satu bentuk sikap profesional saya terhadap pekerjaan, karena saya gak mau mengajar dengan muka yang di tekuk seakan-akan gak semangat mengajar.

Saat saya mengajar tadi, saya jadi teringat beberapa bulan lalu. Karena hujan yang tiap pagi turun dan otomatis saya gak bisa mengajak mereka untuk praktek di lapangan.
Maka saya memutuskan untuk sedikit iseng, atau lebih tepatnya menjawab tantangan masa depan. Ide itu saya dapatkan setelah membaca buku di perpustakaan SD di mana saya mengajar. Judul  bukunya adalah “Cara A.M.P.U.H Merebut Hati Murid”


Di buku ini saya membaca pengalaman seorang Guru MAN Salatiga. Karena menurut saya sangatlah menarik cara beliau untuk menumbuhkan rasa percaya antara anak-anak terhadap gurunya, maka saya ingin sekali mempraktekkannya.

Anak-anak  saya suruh mengeluarkan dua lembar kertas, saya memberikan pertanyaan untuk di tulis jawabannya di lembar kertas pertama.

Di depan kelas saya bertanya kepada anak-anak “Menurut kalian, Pak Haris selama mengajar. Apa yang kalian rasakan? Semuanya harus menjawab dengan jujur”

Anak-anak langsung berpikir keras, seakan-akan jawaban mereka menentukan keselamatan saya.
Muka mereka semua berubah drastis, mereka langsung beraktivitas sendiri-sendiri.
  • Ada yang berusaha nyontek jawaban temennya (dia pikir menentukan kelulusan).
  • Ada yang sibuk nyari bolpoin.
  • Ada yang cuma diem.
  • Ada yang stretching (lho).
  • Ada yang ijin pulang untuk sarapan bentar (lho kok).
Pertanyaan pertama selesai dan saya menyuruh mereka untuk segera mengumpulkan ke depan, sekarang pertanyaan kedua.

“Siapa teman kalian yang paling baik, dan kebaikan apa yang pernah dia lakukan untuk kalian. Seperti pertanyaan yang pertama, jawabannya harus jujur” Saya rasa pertanyaan ini yang memaksa mereka untuk mengingat masa lalu.
  • Sekarang mereka semua saling memandang.
  • Saling senyum (mungkin gara-gara teringat hal lucu yang pernah mereka lakukan bersama).
  • Ada yang nyogok uang agar mau memilih namanya (serasa nyaleg).
Dan sekarang semua jawaban dikumpulkan ke depan. Semua jawaban anak-anak saya baca satu-persatu di kantor. Saya jadi senyum-senyum sendiri membaca jawaban mereka. Inilah adalah salah satu jawaban mereka, dari pertanyaan yang pertama.
Pak Haris baik, suka mengajak bermain, tidak cuek.
Sabar saat mengajar muridnya yang tidak bisa.
Pak Haris tidak pernah sedih di depan muridnya.Selalu ceria, makanya murid-murid pada suka sama Pak Haris.


Pak Haris galak.Saat marah Pak Haris terlihat lucu.Pak Haris tidak sombong.
Kalau baca jawaban mereka yang kayak gini, gimana saya gak pengen ketawa. Tetapi dari semua jawaban mereka, rata-rata mereka bilang kalau saya ini lucu.

Memang setiap saya mengajar, saya selalu selingi dengan sedikit candaan agar mereka tidak bosan dan jenuh. Saya juga bisa merasa lebih dekat dengan anak-anak secara personal.
Banyak yang meremehkan faktor humor, padahal guru yang mempunyai selera humor dalam komunikasi dengan anak-anak dapat menghangatkan suasana.

Untuk jawaban dari pertanyaan kedua malah bikin saya tambah ngakak. Ini jawaban anak-anak polos yang belum tahu dosa itu ya kayak gini.
DAYUKarena dia membantu mengerjakan PR.Dan tidak pernah jahat.
RIZKI
Selalu mengantar pipis ke kamar mandi.
Ternyata jawaban dari anak-anak ternyata absurd banget kan...

Dari pertanyaan sepele kayak gini saya bisa mengukur kemampuan saya sendiri, dan saya tahu hal apa saja yang harus saya ubah untuk berkembang di masa depan.

Dan anak-anak bisa mengingat kembali masa lalu mereka. Karena masa lalu janganlah dilupakan begitu saja. Apapun itu akan selalu menjadi bagian dari cerita untuk  masa depan. Atau ada yang berpura-pura melupakan masa lalu?

Artikel Terkait

Saya suka nulis hal-hal yang dianggap gak PENTING, selain nulis di blog saya juga sibuk ngajar di Sekolah Dasar. Jadi kalau ada yang mau FOLLOW blog saya janganlah malu-malu, karena saya juga akan memberikan FOLLBACK.
Baca profil lengkap saya DI SINI