23 Des 2013

Suara Emas Caca

Hari minggu ini gue dan istri berencana untuk mengajak adhek gue yang paling kecil jalan-jalan ke pusat permainan yang ada di salah satu supermarket.
FYI, gue telahir tiga bersaudara. Gue sendiri anak pertama, adhek gue yang kedua cowok masih SMA, dan yang paling bontot cewek berumur 1,5 tahun.
 
Walaupun umur pernikahan gue yang bisa di katakanan masih baru, tetapi gue bisa merasakan bagaimana nantinya kalau punya anak gara-gara sekandung gue ini yang masih berumur 1,5 tahun.
Keluarga kita sering manggil dia Caca, walaupun dia terlahir dengan nama Sekar Salsabila Hakim. Kalau ada yang mikir nama panggilan sama nama lengkapnya agak gak nyambung, pura-pura aja bego dan sambung-sambungin aja.
 
Kita bertiga berangkat walaupun sepanjang jalan Caca malah tidur, di saat tidur inilah gue dapet ide untuk ngerjain dia. Gue pengen masuk ke SPBU dan ninggalin dia disana. Tapi niat itu gue urungkan karena kasihan, kalau gue tinggalin di SPBU dan dia bangun terus nangis. Mungkin orang-orang yang melihat malah berpikir kalau ada tabung pemadam kebakaran bisa mengeluarkan air mata. Dan malamnya akan masuk acara On The Spot “7 benda mistis yang bisa mengeluarkan air mata”
 
OK… lupain khayalan gue yang di atas ini, kembali ke topik.
 
Setelah sampai di supermarket, kita naik ke lantai dua. Dengan kebinalan dan keliarannya Caca langsung berontak minta untuk di turunkan. Dia jadi sok dewasa dengan umur 1,5 tahunnya, dia pikir bisa naik dengan mudah ke wahana permainan ini tanpa bantuan kakaknya.
 
Dengan menggunakan kartu member satu persatu permainan mulai di coba, dari sinilah Caca baru tersadar kalau umurnya memang baru 1,5 tahun. Dan dia mulai belajar menjadi balita yang baik. Karena sejatinya tanpa bantuan kakaknya, kaki mungilnya gak akan bisa sampai menaiki semua permainan.
Suara Emas Caca


Beberapa jam bermain mebuat Caca capek dan bosan, semua permainan sudah di cobain dengan gagah dan berani. Kemungkinan besar Caca ngerasa kalau semua permainan ini terlalu cemen buat dia atau selama mencoba semua permainan, dia nahan pipis karena ketakutan. Entahlah, cuma Caca dan Tuhan yang tahu. Sebagai hadiahnya istri gue membelikan Caca lollipop.

Suara Emas Caca

mabuk lollipop
 
Dan selanjutnya kita berkaraoke bersama, istri gue dan Caca duet lagunya Geisha berjudul Remuk Jantungku. Gak tahu gue yang salah dengar atau memang suara Caca yang cuma eeeng… eeeng… eeeng… eeeng… eeeng…
 
Itu adalah suara emas…!!! suara seorang diva masa depan…!!! suara lalat hijau yang ngerubungin pampers yang penuh dengan pup…!!!
Suara Emas Caca

Lagu kedua Raisa Could It Be love, Caca angkat tangan dan lebih memilih menikmati sebotol susunya. Konon susu ini akan membantu mengembalikan suara emasnya. Sebelum Caca mengeluarkan suara emasnya lagi, setelah menghabiskan sebotol susu. Gue putuskan untuk cepat-cepat menggendong dia keluar dari ruangan karaoke dan mengajaknya pulang.
Suara Emas Caca


Gue belum siap mendengarkan suara emasnya lagi…
 
Untuk Caca, kalau kakak sudah tua nanti. Kakak jangan di buang ke tempat sampah ya. Kakak sedikit takut, Caca suatu saat akan nemu blog kakak dan baca tulisan ini.

Artikel Terkait

Saya suka nulis hal-hal yang dianggap gak PENTING, selain nulis di blog saya juga sibuk ngajar di Sekolah Dasar. Jadi kalau ada yang mau FOLLOW blog saya janganlah malu-malu, karena saya juga akan memberikan FOLLBACK.
Baca profil lengkap saya DI SINI